Mengenal Perusahaan
Perusahaan
Perusahaan
adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas
pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi
masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh
keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi
yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya
untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk
menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang
menguntungkan.
Dalam UU No. 3
Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, yang dimaksud perusahaan adalah
setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan
terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah NKRI
untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Sedangkan
menruut Molengraf dalam bukunya Saliman, yang dinamakan perusahaan adalah
keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar,
untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan barang-barang,
menyerahkan barang-banrang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan
(Abdul Rasyid Saliman, 2005; 81)
Tujuan pendirian perusahaan, dibedakan menjadi dua(2)
yaitu:
1. Tujuan ekonomis Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif)
2. Tujuan sosial
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor
produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
Unsur-unsur perusahaan meliputi:
§ Badan Usaha
Bentuk legalitas sebuah badan usaha adalah mendapatkan
ijin dari negara dengan dibuatnya kata pendirian perusahaan yang disahkan oleh
institusi terkait. Setelah disahkan oleh instansi terkait, maka badan usaha
tersebut mendapatkan status badan hukum
§ Kegiatan dalam Bidang Usaha atau Ekonomi
Kegiatan dalam bidang ekonomi ini, bisa berupa
menghasilkan barang (produk) dan bisa berupa jasa. Kedua bentuk kegiatan
ekonomi ini tidak boleh bertentangan dengan norma kesusilaan, tidak
bertentangan dengan kepentingan umum, dan tidak boleh melawan hukum.
§ Terus-menerus
Terus menerus
ini adalah kegiatan ekonomi tersebut dilakukan secara terus menerus tanpa henti
sampai jangka waktu yang telah ditetapkan dalam akta pendirian maupun dalam
surat ijin usaha perusahaan
§ Terang-terangan
Terang-terangan
adalah dengan adanya pengakuan dari pemerintah dengan mengesahkan anggaran
dasar yang termuat dalam akta pendirian setrta diterbitkannnya surat ijin
usaha.
§ Mencari Keuntungan atau Laba
Perusahaan yang melakukan kegiatan ekonomi adalah untuk
mencari keuntungan sebesar-besarnya, asalkan perolehan keuntungan tersebut
legal dan sesuai dengan ketentuan UU.
§ Melakukan Pembukuan
Pembukuan dalam perusahaan merupakan kewajiban yang
dilakukan perusahaan, karena telah diatur dalam KUHD, namun istilah pembukuan
ini berubah menjadi dokumen perusahaan setelah keluar UU No. 8 Tahun 1997.
Adapun dokumen perusahaan terdiri dari 2 macam :
ΓΌ Dokumen keuangan, terdiri dari catatan, bukti pembukuan
dan data administrasi keuangan yang merupakan bukti adanya hak dan kewajiban serta
kegiatan usaha suatu perusahaan.
ΓΌ Dokumen lainnya, terdiri dari data atau setiap tulisan yang berisi
keterangan yang mempunyai nilai guna bagi perusahaan meskipun tidak terkait
langsung dengan dokumen keuangan.
Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan
dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ektern yang mempengaruhi
perusahaan, baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan secara luas
mencakup semua faktor ekstern yang
mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat.
Faktor-faktor
yang berpengaruh dalam lingkungan perusahaan:
- Lingkungan Fisik, Energi, dan Konservasi
- Lingkungan Perekonomian dan Perpajakan
Kota sebagai industri yang banyak memberikan lapangan
pekerjaan dan menjadi daerah pemasaran. Berdirinya perusahaan dapat
meningkatkan penghasilan pemerintah melalui pembayaran pajak.
- Lingkungan Hukum
Kegiatan perusahaan
berada di dalam suatu kerangka hukum, sehingga faktor hukum mempengaruhi
keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam perusahaan.
- Lingkungan Pemerintah
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah
berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi
yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat.
- Lingkungan Internasional
Merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi
kegiatan dan masalah perekonomian. Kekuatan ekonomi Negara-negara tersebut di
dukung oleh kegiatan dari perusahaan-perusahaan internasional, yaitu membuat
barang dan jasa untuk melayani konsumen di seluruh dunia.
Lingkungan Perusahaan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :
A. Lingkungan Eksternal
Lingkungan
eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk
mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001; 51)
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
1.
Lingkungan Eksternal Mikro
Adalah lingkungan eksternal yang
mempunyai unsur-unsur yang berpengaruh langsung dalam dunia usaha.
sedangkan lingkungan eksternal makro adalah lingkungn yang mempunyai
unsur-unsur yang berpengaruh tidak langsung dalam dunia usaha.
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari :
a.
Pelanggan (customers)
Pelanggan membeli produk
barang dan jasa. perusahaan tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan. Oleh
karena itu, untuk mencapai keberhasilan usahanya suatu perusahaan perlu
mengamati perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
b.
Pesaing(Competitors)
Pesaing adalah
perusahaan di dalam industri yang sama dan menjual produk atau jasa kepada
pelanggan. Seringkali perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung
pada apakah perusahaan melakukan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing
lain. Karena itu, perusahaan harus melakukan analisis bersaing, yaitu
menentukan siapa pesaingnya, mengantisipasi pergerakan pesaing, serta
memperhitungkan kekuatan dan kelemahan pesaing.
c.
Pemasok (suppliers)
Pemasok adalah
perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber
informasi kepada perusahaan lain. Terdapat hubungan saling ketergantungan
antara pemasok dan perusahaan. Ketergantungan perusahaan pada pemasok adalah
pentingnya produk pemasok bagi perusahaan dan sulitnya mencari sumber lain
sebagai pengganti. Ketergantungan pemasok pada perusahaan adalah suatu tingkat
dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan bagi pemasok dan sulitnya menjual
produk kepada pembeli lain.
d.
Perwakilan-perwakilan
Pemerintah
Hubungan organisasi
dalam perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang semakin kompleks.
Peraturan-peraturan industri yang ditetapkan oleh perwakilan pemerintah ini
harus ditaati oleh organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan, dan
pembatasan-pembatasan lainnya untuk melindungi masyarakat.
e.
Lembaga
Keuangan
Organisasi-organisasi
tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangan, seperti bank-bank komersial,
bank-bank instansi, dan perusahaan - perusahaan asuransi termasuk pasar modal.
Lembaga keuangan ini sangat dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas
kegiatan-kegiatannya seperti pendanaan untuk membangun fasilitas baru dan
membeli peralatan baru, serta pembelanjaan operasi-operasinya.
terdiri dari faktor-faktor
teknologi, akonomi, politik, sosial dan dimensi internasional sebagai
kekuatan-kekuatan yang berada di luar jangkauan perusahaan dan biasanya
terlepas dari situasi operasional perusahaan. Sebagai contoh teknologi komputer
sakaran ini membuat mungkin perolehan, penyimpanan dan pemindahan informasi
dalam jumlah yang besar.
Lingkungan Eksternal Makro terdiri
dari:
a. Ekonomi
Keadaan
ekonomi suatu negara akan mempengaruhi sebagian besar organisasi yang
beroperasi di dalamnya. Pada suatu keadaan perekonomian yang sedang tumbuh,
secara umum kemampuan daya beli masyarakat untuk membeli suatu produk atau jasa
meningkat. Akan tetapi, kondisi perekonomian seperti itu tidak menjamin bahwa
suatu perusahaan juga bertumbuh, hanya menyediakan Lingkungan yang mendorong
terjadinya pertumbuhan usaha.
b. Teknologi
Teknologi adalah
pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk masukan
(input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam teknologi dapat
membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan
produknya dengan lebih efisien. Akan tetapi prubahan teknologi juga dapat
memberikan suatu ancaman bagi perusahaan-perusahaan tradisional. Contohnya
perusahaanfotocopy pada awalnya memberi ancaman bagi perusahaan kertas karbon.
c. Politik Hukum
Komponen politik/hukum
adalah undang-undang, peraturan, dan keputusan pemerintah yang mengatur
perilaku usaha. Komponen politik/hukum ini dalam suatu periode waktu
tertentu akan menentukan operasi perusahaan. Sehingga manajer tidak mungkin
mengabaikan iklim politik dan hukum-hukum maupun peraturan yang ada di suatu
negara, seperti perlakuan yang adil dalam pembayaran gaji harus sesuai dengan
upah minimum yang ditetapkan pemerintah.
d. Sosial Budaya
Komponen sosial budaya
merujuk kepada karakteristik demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma
umum dari penduduk dalam suatu masyarakat tertentu. Pertama, perubahan
karakteristik demografi seperti, jumlah penduduk dengan keterampilan khusus,
pertumbuhan atau pengurangan dari golongan populasi tertentu, mempengaruhi cara
perusahaan menjalankan usahanya. Kedua, perubahan sosial budaya dalam perilaku,
sikap, dan norma-norma juga mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa suatu
usaha
B. Lingkungan Internal
Faktor-faktor
yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh
:
o
Tenaga kerja
o
Peralatan dan mesin
o
Permodalan (pemilik, investor,
pengelolaan dana)
o
Bahan mentah, bahan setengah jadi,
pergudangan
o
System informasi dan administrasi
sebagai acuan pengambilan keputusan.
Perusahaan
dan Lembaga Sosial
Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan
terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan
melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum.
Berdasarkan pemisalan ini dapat ditunjukkan, pada tingkat kapasitas produksi
bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya. Di sisi lain
perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan
jasa bagi masyarakat. Unit kegiatan seperti ini sering disebut sebagai lembaga
sosial seperti halnya lembaga sosial lainnya, misalkan kehidupan keluarga, RT,
yayasan sosial, koperasi dan sebagainya..
Dengan demikian yang membedakan
perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan
terhadap laba, kelangsungan hidup dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial
lebih menitikberatkan prioritasnya pada tanggung jawab sosial (dalam hal ini
laba tidak menjadi tolak ukur keberhasilan). Sebaliknya, perusahaan yang
berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk
meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai maksimum (laba merupakan tolak
ukur keberhasilan).
Tempat
dan Letak Perusahaan
Tempat
perusahaan adalah kantor pusat perusahaan
tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor
kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah,
lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.
Letak
perusahaan sering pula disebut tempat kediaman
perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya
sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan
sebagai tempat kantor pusat perusahaan.
Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Jenis jenis letak perusahaan terbagi
menjadi 4 :
a)
Letak perusahaan yang terkait pada
alam
Letak perusahaan ini sangat
ditentukan oleh sumber-sumber alam,jadi tidak dapat ditentukan oleh
manusia;misalkan,usaha pertanian,pertambangan
b)
Letak perusahaan berdasarkan sejarah
Letak perusahaan ini hanya dapat
dijelaskan dengan adanya sejarah dilokasi itu.Misalkan kerajinan batik di
daerah surakarta dan jogjakarta.Hal ini disebabkan dulu seni membatik ini
dimulai dari para wanita dalam kraton.
c)
Letak perusahaan yang ditetapkan
oleh pemerintah
Dalam hal ini pemerintahlah yang
menentukan dimana perusahaan menjalankan aktivitasnya.Hal ini agar masyarakat
disekitar lokasi itu tidak merasa tergangggu karena adanya perusahaan itu.
d)
Letak perusahaan yang dipengaruhi
oleh faktor-faktor ekonomi.
Pada umumnya jenis perusahaan ini
bersifat industry
Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan:
1) Dekat dengan bahan baku
Contoh : pabrik gula, pabrik semen
2)
Dekat dengan pasar
Contoh : pabrik roti (Bakery), rumah makan dan juga
perusahaan jasa seperti Bank/Asuransi.
3)
Dekat dengan pemasok tenaga kerja
Contoh
: pabrik rokok, pabrik kembang gula.
4)
Dekat dengan penyedia sumber
tenaga/energi
Contoh : pabrik peleburan bijih
besi, aluminium dan baja.
5)
Iklim
Contoh : pabrik teh, pemintalan
kapas, industri jamur.
6)
Ongkos transport
Contoh : Misalkan pabrik mobil, sangat membutuhkan lancarnya
transportasi. Apabila jalan-jalan yang akan dilalui produk perusahaan ke
konsumen sudah baik, maka diharapkan ongkos transportnya juga akan menjadi
rendah.
7)
Besarnya suplai modal
Contoh : Perusahaan yang membutuhkan modal untuk
mengembangkan usahanya, cenderung akan memilih tempat dimana penananman modal
cukup besar disertai tingkat bunga yang cukup rendah.
Secara umum terdapat 2 macam cara
untuk menentukan lokasi perusahaan
yaitu :
1. Cara kualitatif
Dengan cara ini diadakan penilaian secara kualitatif
terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan pada setiap
pilihan lokasi.
2. Cara kuantitatif
Dengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor(nilai)pada masing-masing kriteria. Sedangkan menurut teori Alfred Weber,dalam teorinya mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan lokasi perusahaan,yaitu :
ΓΌ Biaya pengangkutan
ΓΌ Biaya tenaga kerja
Sumber:
http://makalahkite.blogspot.com/2013/12/perusahaan-dan-lingkungannya.html http://febriebi.blogspot.com/2010/10/tugas-2.html
http://pou-pout.blogspot.com/2010/04/manajer-dan-lingkungan-eksternal.html
http://infinitelyworld.blogspot.com/2011/10/pengertian-letak-dan-tempat-perusahaan.html
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-perusahaan-jenis-perusahaan.html
http://fredrickgrld.blogspot.com/2012/01/perusahaan-dan-lingkup-perusahaan.html
Junaidi
Abdullah, Aspek Hukum dalam Bisnis, Nora Media Enterprise, Kudus, 2010
Basu
Swastha dan Ibnu Sukotjo, Pengantar Bisnis Modern; Edisi 3, Liberty,
Yogyakarta, 2002
Komentar
Posting Komentar