Ala Ala Bisnis

Kewiraswastaan, wiraswasta, dan wiraswastawan

·         Kewiraswastaan (Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankannya, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan di samping juga kepuasan
 
·         Wiraswasta adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan.
·         Kewiraswastawan  (Entrepreneur) menunujuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
§  Berdiri diatas kekuatan sendiri
§  Mengambil keputusan untuk diri sendiri
§  Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
§  Mengambil resiko
§  Tegas
§ Memperhatikan lingkungan sosial untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik bagi semua orang

========================================================================

Perusahaan Kecil vs  Perusahaan Besar
  • Perusahaan Kecil.
1)      Umumnya dikelola pemilik
2)      Struktur organisasi sederhana
3)      Pemilik mengenal karyawan
4)      Prosentase kegagalan perusahaan tinggi
5)      Kekurangan manajer yang ahli
6)      Modal jangka panjang sulit diperoleh
7)    Daerah operasinya lokal
8)    Ukuran dalam keseluruhan relative kecil
Contoh      : rumah makan padang, capucinno cincau, teh poci

  • Perusahaan Besar
1)      Dikelola bukan oleh pemilik
2)      Struktur organisasi kompleks
3)      Pemilik mengenal sedikit karyawan
4)      Prosentasi kegagalan rendah
5)      Banyak ahli manajemen
6)      Modal jangka panjang relatif mudah diperoleh
Contoh     : Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA),  Telkom Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI), Gudang Garam
===========================================================

Contoh Bisnis Franchise Lokal dan Asing
o      Franchise Lokal :
1.      Capucinno Cincau
2.      Kedai Kopi Torabika
3.      Coffee Toffee
4.      Indomart
5.      Semerbak Coffee
6.      Pizza Rakyat
7.      Kedai Kopi Kapal Api
8.      Mister Jagung Manis
9.      Alfamart
10.  Teh Poci
o   Franchise Asing :
1.      KFC
2.     Circle K
3.      Mc. Donald
4.      Lawson
5.      Hard Rock
6.      Pizza Hut
7.      Pizza Domino
8.      Dunkin Donuts
9.      7-Eleven 
10.  Turki Ice Cream
===========================================================

Keuntungan dan Kerugian Bisnis Franchise

Keunntungan 
1)     Merek Dagang yang Sudah Dikenal Luas
Bisnis waralaba sangat populer dan terkenal luas di kalangan orang karena keberadaannya dalam skala nasional/internasional. Oleh karena itu, mereka telah menciptakan sebuah brand image sendiri bahwa Anda memiliki kesempatan untuk menikmati dengan membuka waralaba bagi mereka. Anda sudah akan memiliki basis pelanggan dari daerah sekitar lokasi usaha waralaba Anda karena konsumen sudah akrab dengan nama merek.
2)    Biaya Pemasaran Rendah
Karena manfaat yang disebutkan di atas, biaya pemasaran akan rendah dalam berbisnis waralaba sudah termasuk berinvestasi dalam operasi pemasaran untuk mempromosikan citra merek dan meraih pangsa pasar yang lebih besar.
3)     Model Bisnis Yang Sudah Teruji
Sebuah bisnis waralaba menghilangkan ketidakpastian keberhasilan bisnis. Anda tidak perlu khawatir tentang respon calon pelanggan untuk bisnis Anda karena telah dibentuk pada model bisnis yang sudah mapan teruji dan terbukti keberhasilannya. Anda bisa sangat baik memfokuskan perhatian Anda untuk mengelola bisnis Anda saja.
4)    Pelatihan Tenaga Kerja
Semua pemegang waralaba menyediakan program pelatihan untuk melatih karyawan Anda untuk menangani mesin canggih dan peralatan. Mereka juga mengajarkan keterampilan perdagangan khusus dan teknik untuk bisnis. Anda akan menghemat banyak biaya untuk pelatihan karyawan karena mereka ditanggung oleh perusahaan.
5)    Dukungan Teknis
Perusahaan pemegan waralaba membantu mengatur lingkungan teknologi yang tepat untuk bisnis Anda dengan menyediakan akses mudah untuk membeli alat-alat dan mesin. Mereka juga menyediakan persediaan dengan biaya rendah dengan memanfaatkan daya tawar mereka dan hubungan bisnis dengan pemasok.
6)    Tidak ada Investasi pada peneliti dan Pengembangan
Waralaba mengurus penelitian dan pengembangan untuk bisnis juga. Mereka memberikan pelatihan dan peralatan untuk menyerap inovasi baru dan penemuan dalam bisnis. Anda tidak harus mengeluarkan langsung keuangan Anda untuk penelitian dan pengembangan, seperti yang diamati dalam bisnis lain.
Catatan : Beberapa pemegang waralaba dapat memberikan pinjaman untuk membuka usaha. Namun, jangan lupa bahwa hal itu juga menciptakan kewajiban bisnis.

 Kerugian
1)     Investasi Modal
Pemilik perusahaan waralaba memiliki tuntutan yang tinggi untuk investasi modal awal untuk mendirikan bisnis dan memberikan jaminan. Oleh karena itu, mungkin tidak layak untuk seseorang dengan dukungan keuangan yang kurang memadai. Bersiaplah berinvestasi minimal setidaknya USD 250.000 atau bahkan lebih tergantung dari merek dagang untuk biaya awal. Sewa properti juga harus Anda pertimbangkan di atasnya.
2)     Pengekangan Durasi Kontrak
Untuk membeli franchise, Anda harus masuk ke dalam kontrak dengan waralaba yang secara hukum mengikat Anda untuk menjalankan bisnis selama periode rata-rata 10 tahun. Hal ini dapat mencegah Anda dari membuka bisnis Anda lainnya selama rentang waktu yang ditetapkan.
3)     Tidak ada Fleksibilitas
Jika Anda seorang pengusaha yang berharap untuk menggunakan inovasi bisnis kreatif, bisnis waralaba mungkin bukan sesuatu yang cocok untuk Anda. Hal ini karena semua pemegang waralaba menetapkan kode ketat norma dan pedoman pengelolaan bisnis untuk mempromosikan standardisasi. Mereka tidak mendorong adanya kreativitas yang mengubah lingkungan bisnis waralaba Anda sendiri.
4)      Membayar Royalti
Sebuah nama merek besar memiliki harga. Untuk membeli merek dagang perusahaan terkenal dan mencari manfaat dari dukungan pemasaran teknisnya, Anda diwajibkan membayar royalti tahunan. Ini mungkin setinggi 3 sampai 6% dari penjualan kotor Anda, memotong besar keuntungan bersih Anda.
5)     Keterbukaan Penuh
Anda harus memberikan akses 100% untuk waralaba Anda dengan laporan keuangan dari bisnis Anda. Anda sepenuhnya bertanggung jawab dan untuk setiap langkah bisnis mereka. Jika Anda harus membuat keputusan bisnis, Anda harus terlebih dahulu meminta persetujuan pemberi izin waralaba sebelum Anda bertindak berdasarkan itu.
Catatan :  Beberapa perusahaan pemegang waralaba mungkin juga meminta Anda untuk membayar untuk kepentingan biaya pemasaran dan periklanan. Dalam keadaan demikian, pembayaran sangat tidak dapat dihindari.
Sumber :
-       http://wahyusintamaya.blogspot.com/2014/11/kewiraswastaan-wiraswasta-dan.html
         buku pengantar bisnis perusahan, Jakarta Gramedia pustaka umum
 
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090921232708AARoijQ
 
http://www.kabarbisnis.com/makro/aneka-bisnis/2811561-Usaha_waralaba_kian_diminati.html
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seluk Beluk Koperasi

Mengenal Perusahaan

Kemiskinan Masalah Indonesia